Laman

Ibrahimovic: Saya Akan Bertahan Lama Di AC Milan

Ibra tak akan pergi dari Rossoneri musim depan.

Allegri & Ibrahimovic - Milan (Getty Images)

Fans AC Milan tak perlu khawatir bakal kehilangan tenaga Zlatan Ibrahimovic musim depan. Performa striker pinjaman dari Barcelona itu memang mulai menurun mendekati akhir musim, apalagi dirinya juga sempat menerima dua kartu merah beruntun.
Namun, harus diakui torehan 14 golnya bermakna krusial dalam perjalanan Milan merengkuh scudetto musim ini, yang dipastikan setelah bermain seri 0-0 dengan AS Roma, Mingu (8/5) dinihari WIB.
Kini, pemain asal Swedia itu menegaskan keinginannya bertahan dalam jangka panjang di San Siro.
“Saat pertama tiba di sini, saya menjanjikan scudetto dan sekali lagi saya menepati kata-kata saya,” ujar Ibra sambil tersenyum.
“Mungkin beberapa pemain akan pergi musim depan, tapi pastinya bukan saya. Saya tak berniat hengkang karena ingin bertahan di Milan untuk waktu lama.”
Rossoneri punya opsi mempermanenkan Ibra dari Barcelona senilai €24 juta ketika masa peminjamannya berakhir.



=====ENGLISH===============

Ibra would not go from the Rossoneri next season.
AC Milan fans need not worry about going out of steam Zlatan Ibrahimovic next season. Performance Barcelona striker was on loan from start to decline towards the end of the season, let alone himself also had received two red cards in a row.
However, it must be admitted notch 14 goal crucial significance in the course of embracing Milan scudetto this season, which confirmed after 0-0 draw with AS Roma, week of (8 / 5) morning pm.
Now, players from Sweden it was confirmed his desire to survive in the long run at the San Siro.
"When I first arrived here, I promise scudetto and once again I keep my word," Ibrahim said with a smile.
"Maybe some players will go next season, but certainly not me. I do not intend to leave because he wanted to stay in Milan for a long time. "
Rossoneri have the option mempermanenkan Ibrahim from Barcelona for € 24 million when the borrowing period ends.
--------------------------------------------------
Sumber : goal.com/indonesia
--------------------------------------------------
Media Advertise Paling Murah

Andrea Pirlo Tak Lagi Diperlukan Massimiliano Allegri

Pirlo diberitakan semakin pasti akan meninggalkan Milan

Andrea Pirlo & Sergio Pellissier - Milan-Chievo (Getty Images)

AC Milan baru saja memastikan gelar scudetto, tapi kemungkinan Andrea Pirlo menuju pintu keluar San Siro pun tampak sama pastinya. Personel Rossoneri yang kontraknya akan habis di akhir musim itu telah lama diberitakan menjadi incaran Juventus.
Ucapan Mauro Tassotti juga tak mendinginkan rumor yang beredar tersebut. Asisten pelatih Massimiliano Allegri itu menyatakan sang allenatore menginginkan pemain dengan tipe lebih bertahan untuk ditempatkan sebagai jangkar.
Karakteristik Pirlo sendiri bukanlah gelandang petarung, melainkan sebagai pengatur ritme permainan yang bermain lebih ke dalam.
“Allegri menginginkan pemain dengan karakteristik lebih defensif dibanding Andrea untuk posisi di depan pertahanan,” ungkap Tassotti.
“Semula kami ingin melihat kemampuannya di posisi yang lebih melebar, tapi kemudian Andrea mulai didera masalah cedera yang membuatnya harus dipinggirkan beberapa bulan.”
“Saya tak tahu apa kami sekarang akan berpisah karena itu adalah permasalahan yang masih harus kita tunggu kepastiannya.”
“Bagaimanapun, Pilro tetaplah seorang pemain penting. Bukan hanya untuk Milan, tapi juga sepakbola Italia.”


=====ENGLISH================

Pirlo was reported increasingly bound to leave Milan
AC Milan had just ensure scudetto title, but the possibility of Andrea Pirlo towards the exit San Siro seemed just as surely. Rossoneri personnel whose contracts will expire at the end of this season has long preached the target of Juventus.
Greetings Mauro Tassotti also not cool these rumors. Assistant coach Massimiliano Allegri was declared the allenatore want a player with the type more likely to survive to be placed as an anchor.
Characteristics midfielder Pirlo is not a fighter himself, but as a regulator of the rhythm game that plays more into.
"Allegri want a player with more defensive characteristics compared to Andrea for position in front of the defense," said Tassotti.
"Originally we wanted to see his ability in a more wide position, but then Andrea started suffered injury problems that kept him sidelined for several months."
"I do not know what we are now going to split up because it is a problem that still must we wait for certainty."
"However, Pilro remains an important player. Not just for Milan, but also Italian football. "
--------------------------------------------------
Sumber : goal.com/indonesia
--------------------------------------------------
Media Advertise Paling Murah

Ignazio Abate Ingin Lebih Baik Lagi

Musim depan, bek Milan itu berharap bisa meraih yang lebih baik lagi.

Ignazio Abate - Milan (Getty Images)
 
Milan menuntaskan musim ini dengan gelar scudetto di tangan. Semua pemain Rossoneri pun puas dengan pencapaian ini, termasuk di antaranya Ignazio Abate.
"Kami semua senang, musim ini menjadi musim yang luar biasa buat kami semua," ujarnya usai Milan menahan imbang Roma di Olimpico dinihari tadi.
Abate juga merasa performa Milan bisa lebih baik lagi musim depan, demikian juga kualitas penampilannya sendiri.
"Saya harus berterima kasih kepada semua rekan satu tim saya dan terutama Alessandro Nesta, yang memberikan saya saran sepanjang musim ini," tandas Abate.
"Massimiliano Allegri selalu menyemangati saya untuk meningkatkan diri, termasuk di posisi baru. Saya banyak bermain di kompetisi mana pun, tapi tetap sepakbola yang dihitung. Klub besar berarti akan selalu memastikan kesuksesan Anda, jadi saya ingin bisa lebih baik lagi musim depan," jelasnya.



======ENGLISH=================

Next season, Milan defender is hoping to achieve better.
Milan finish the season with scudetto title in hand. All the Rossoneri players were satisfied with this achievement, including Ignazio Abate. "We're all happy, this season a great season for us all," he said after Milan's draw against Roma at the Olimpico last dawn. Milan's Abate also felt the performance could be better again next season, as well as quality of appearance alone. "I must thank all my teammates and especially Alessandro Nesta, who gave me advice throughout the season," said Abate. "Massimiliano Allegri always encouraged me to improve myself, including the new position. I have a lot of play in any competition, but still counted football. Mean big clubs will always ensure your success, so I wanted to be even better next season," he explained .
---------------------------------------------------
Sumber : goal.com/indonesia
---------------------------------------------------
Media Advertise Paling Murah

Para Pemain AC Milan Yang Scudetto Serie A Italia 2010/11

AC Milan sukses meraih gelar ke-18. Mari kita lihat kontribusi masing-masing pemain musim ini.

Massimiliano Allegri - Milan (Getty Images)
PELATIH  AC MILAN

PENJAGA GAWANG
CHRISTIAN ABBIATI
Jumlah Penampilan: 34
Jumlah Clean Sheet: 17
Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.39
Ketika Marco Amelia bergabung, tak sedikit yang memprediksi Abbiati akan kehilangan tempatnya. Namun fakta yang terjadi malah sebaliknya. Kiper berusia 33 tahun itu menunjukkan kelas sebagai salah satu penjaga gawang terbaik Serie A, dengan mengantar skuadnya meraih scudetto dan menjaga gawangnya 17 kali clean sheets. Massimiliano Allegri tak harus mencari penggantinya di musim panas nanti.
   
Lainnya: Marco Amelia
Jumlah Penampilan: 3, Jumlah Clean Sheet: 1, Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.00


LINI BELAKANG
IGNAZIO ABATE
Jumlah Penampilan: 27
 Jumlah Gol: 0
Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.26
Berposisi awal sebagai gelandang kanan, Abate diposisikan sebagai bek sayap karena minimnya opsi. Tapi pemain ini menunjukkan kapabilitas untuk beradaptasi dengan posisi barunya. Dengan seiring berjalannya waktu, penampilannya semakin matang dan lini belakang sebalah kanan AC Milan bisa terjamin.


LUCA ANTONINI
Jumlah Penampilan: 22
Jumlah Gol: 0
Rapor Rata-Rata GOAL.com: 5.89
Penampilan Antonini kurang memuaskan di musim ini. Seiring kembalinya Gianluca Zambrotta, kesempatannya tampil juga semakin minim. Dengan level performanya, AC Milan mungkin harus mencari alternatif lain untuk sektor bek sayap ini.
   
 DANIELE BONERA
Jumlah Penampilan: 16
Jumlah Gol: 0
Rapor Rata-Rata GOAL.com: 5.88
Salah satu pemain pelapis yang cukup diandalkan AC Milan jika sedang tidak cedera. Ia bisa menjadi pelapis Alessandro Nesta jika yang bersangkutan cedera, atau menjadi bek sayap jika memang tim membutuhkannya. Namun dengan peranya sebagai figuran, Bonera tak bisa menjamin tempatnya di musim depan akan tetap di AC Milan.
 
ALESSANDRO NESTA
Jumlah Penampilan: 26
Jumlah Gol: 0
Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.60
Kualitas Alessandro Nesta tak diragukan lagi. Di usia yang terus bertambah, hanya kecepatan saja yang sedikit berkuran. Itu pun hanya sedikit. Tapi pengalaman dan kemampuan membaca permainan membuat Nesta menjadi andalan di sektor belakang AC Milan. Hanya masalah cedera yang mulai memaksa Nesta untuk menahan diri bisa tampil secara rutin. Sejauh ini, tak ada tanda-tanda level penampilannya akan menurun.
   
THIAGO SILVA
Jumlah Penampilan: 31
Jumlah Gol: 1
Rapor Rata-Rata GOAL.com: 7.03
Salah satu pemain terbaik yang didatangkan AC Milan. Bersama Nesta, ia menjadi tandem terbaik di sektor belakang di Serie A Italia musim ini. Thiago Silva sepertinya banyak belajar dari seniornya itu. Di awal karirnya di AC Milan, ia sempat mengaku kekurangan kepercayaan diri, tapi kini ia menjadi batu karang untuk AC Milan. Kemampuannya bermain dari minggu ke minggu, juga kebisaannya bermain di posisi lain, sebagai gelandang bertahan, membuat AC Milan sangat beruntung memilikinya.


MARIO YEPES
Jumlah Penampilan: 11
Jumlah Gol: 0
Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.45
Sempat diragukan fans AC Milan saat didatangkan dari Chievo di bursa transfer musim panas lalu, Mario Yepes membuktikan jika kepercayaan pihak klub terhadapnya tidak salah. Berstatus sebagai pemain pelapis, Yepes menjadikan dirinya sebagai alternatif utama untuk pos bek tengah. Kekurangan Yepes hanya kecepatan dan hal ini terlihat saat AC Milan ditekuk Tottenham Hotspur di San Siro di Liga Champions.
   
GIANLUCA ZAMBROTTA
 Jumlah Penampilan: 14
 Jumlah Gol: 0
Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.15
 Gianluca Zambrotta bisa dibilang sebagai penawar kegalauan Allegri terkait posisi bek sayap kiri. Sejauh ini, ia belum bisa menemukan penampil yang lebih baik dari Zambrotta di skuadnya. Kembalinya pemain veteran AC Milan itu setelah absen karena cedera pun cukup membantu untuk perebutan gelar juara di musim ini. Hebatnya, AC Milan bisa mencatat 12 kemenangan dalam 12 penampilan Zambrotta.
   
Lainnya: Marek Jankulovski
Jumlah Penampilan: 5, Jumlah Gol: 0, Rapor Rata-Rata GOAL.com: 5.83
  Nicola Legrottaglie
Jumlah Penampilan: 1, Jumlah Gol: 0, Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.00
  Massimo Oddo
Jumlah Penampilan: 7, Jumlah Gol: 0, Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.21
  Sokratis Papastathopoulos
Jumlah Penampilan: 5, Jumlah Gol: 0, Rapor Rata-Rata GOAL.com: 5.80


LINI TENGAH
MASSIMO AMBROSINI
 Jumlah Penampilan: 17
 Jumlah Gol: 1
Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.47
Masih menjadi salah satu andalan di lini tengah. Jika saja tidak dibebat cedera serius, Ambrosini bisa disebut sebagai salah satu bintang sukses AC Milan musim ini. Karena cedera yang dialaminya itu yang membuat pihak klub mendatangkan Mark Van Bommel. Namun Ambrosini membuktikan jika tenaganya masih dibutuhkan AC Milan, erutama di saat-saat genting. Performa terbaiknya saat menang atas Inter Milan di bulan November. AC Milan sepertinya harus mempertimbangkan ulang untuk tetap mempertahankannya di klub.


KEVIN-PRINCE BOATENG
Jumlah Penampilan: 25
Jumlah Gol: 3
Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.44
Boateng menjadi salah satu pemain yang paling mengejutkan dari pemain baru AC Milan di musim ini. Sebelumnya pengaruhnya di San Siro cukup diragukan, tapi kengototan dalam bermain, juga determinasi tinggi menjadikannya sebagai salah satu pemain paling menakutkan AC Milan di lini tengah. Tak salah bila AC Milan sangat ngotot untuk bisa mendapatkan Boateng secara permanen dari Genoa.
   
 MATHIEU FLAMINI
Jumlah Penampilan: 20
Jumlah Gol: 2
Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.23
Penampilannya bisa dibialng tidak mencolok bersama AC Milan musim ini, tapi ia menjadi bagian penting dari skema permainan Allegri di sektor tengah. Dengan absennya pemain tengah sejak awal musim, Flamini pun mendapat beban yang lebih tinggi untuk bisa mengawal sektor tengah. Sejauh ini ia menjalankan tugasnya dengan baik.
 
GENNARO GATTUSO
Jumlah Penampilan: 30
Jumlah Gol: 1
Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.52
Masih dengan gaya ngototnya, pemain dengan tipe petarung seperti Gattuso menjadi salah satu kunci AC MIlan memenangi persaingan di lini tengah. Gattuso sepertinya ingin membayar kepercayaan di musim lalu yang tak bisa dilakukannya karena masalah cedera. Di musim ini, ia menunjukkan determinasi luar biasa mengawal sektor tengah.


 ANDREA PIRLO
 Jumlah Penampilan: 16
 Jumlah Gol: 1
Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.54
 Sulit membayangkan AC Milan tanpa Andrea Pirlo di sektor tengah. Tapi musim ini AC Milan memang terlihat lebih banyak tanpanya. Tapi peran Pirlo saat masih belum dibebat cedera serius, yang membuatnya absen empat bulan, patut mendapat kredit tersendiri. Gol ke gawang Parma di bulan Oktober menunjukkan kejeniusan Pirlo.

 
CLARENCE SEEDORF
Jumlah Penampilan: 28
Jumlah Gol: 3
Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.40
Performa Seedorf sempat menurun drastis di akhir tahun 2010 dan awal tahun 2011. Namun kepercayaan yang terus diberikan Allegri akhirnya bisa dijawabnya dengan sangat baik di momen-momen penting. Seedorf bisa menunjukkan peran sebagai pemain sayap juga penyerang lubang, atau bahkan trequartista. Jelang musim berakhir, kontribusinya semakin nyata untuk semakin mendekatkan AC Milan ke scudetto mereka.


MARK VAN BOMMEL
Jumlah Penampilan: 13
Jumlah Gol: 0
Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.54
Dengan absennya Pirlo, AC Milan menunjuk Van Bommel sebagai punggawa andalan di sektor tengah. Hasilnya bisa ditebak, dengan determinasi dan kemampuannya memimpin sektor tengah AC Milan, tim pun terus bergerak maju dan menguasai klasemen Serie A. Kehadirannya di bulan Januari dinilai sebagai momen yang tepat dan AC Milan membuat keputusan yang benar untuk menghadirkannya di San Siro.


Lainnya: Urby Emanuelson
Jumlah Penampilan: 7, Jumlah Gol: 0, Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.00

Alexander Merkel
Jumlah Penampilan: 6, Jumlah Gol: 0, Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.33

Rodney Strasser
Jumlah Penampilan: 3, Jumlah Gol: 1, Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.25


LINI DEPAN
ANTONIO CASSANO
Jumlah Penampilan: 16
 Jumlah Gol: 4
Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.59
Menunjukkan kapabilitasnya sebagai salah satu pemain terbaik Italia saat ini. Ia lebih banyak dibangkucadangkan sejak bergabung di awal Januari, tapi perannya sangat vital. Empat gol dilesakkannya untuk AC Milan di momen-momen penting untuk tetap menjaga kans tim meraih scudetto musim ini.


ZLATAN IBRAHIMOVIC
Jumlah Penampilan: 29
Jumlah Gol: 14
Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.89
AC Milan tak bisa meraih gelar juara tanpa dirinya. Sejak berseragam hitam-merah, Zlatan Ibrahimovic sudah menunjukkan pengaruhnya. 14 gol dilesakkan dalam 28 pertandingan, belum assists yang sudah dibuatnya. Ibra juga menjaga rekornya dengan tetap menjadi juara di mana pun ia bermain di Serie A Italia. Blunder yang dibuatnya dalam beberapa minggu terakhir pun bisa dilupakan fans AC Milan dengan trofi juara ini.
   
 ALEXANDRE PATO
Jumlah Penampilan: 23
Jumlah Gol: 14
Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.57
AC Milan memetik buah dari pohon yang ditanam mereka sendiri, yaitu pada Pato. Harapannya, saat mendatangkan pemain asal Brasil itu di tahun 2007, cepat atau lambat mereka bisa meraih scudetto, dan ekspektasi itu terwujud musim ini. 14 gol dilesakkan Pato dari 22 penampilan. Assistsnya untuk AC Milan juga tak terhitung. Meski penampilannya kerap menurun, tapi naluri mencetak golnya, sebagai predator di depan gawang lawan tetap terlihat saat dibutuhkan. Masa depannya di AC Milan memang diragukan, tapi tidak demikian dengan kualitasnya.
 
ROBINHO
Jumlah Penampilan: 32
Jumlah Gol: 12
Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.52
Sempat dinilai akan berada di bawah bayang-bayang Ronaldinho, Robinho membalikkan semua perkiraan dan mendepak rekannya di tim nasional Brasil itu dari AC Milan. Performa Robinho dan kontribusinya dinilai lebih baik dari Ronaldinho. Ia menjadi katalis sukses AC Milan dengan performa dan kontribusi krusial di momen-momen penting.


RONALDINHO
Jumlah Penampilan: 11
Jumlah Gol: 0
Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.55
Ia mungkin sudah pergi, tapi tak boleh dilupakan karena kontribusinya di awal musim sangat penting untuk bisa mengantar AC Milan bisa sukses seperti ini. Sebelum kebangkitan Robinho, Ronaldinho adalah andalan di sektor depan. Ia memang tak mencetak gol, tapi assists dan pergerakannya membuatnya disegani pemain belakang lawan. Namun performa yang stabil di pihak Ronaldinho dan meningkatnya kontribusi Robinho membuat tergusur. Tetap, Ronaldinho memiliki perannya sendir di tim.


Lainnya: Giacomo Beretta
Jumlah Penampilan: 1, Jumlah Gol: 0, Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.00

Marco Borriello
Jumlah Penampilan: 1, Jumlah Gol: 0, Rapor Rata-Rata GOAL.com: 5.00

Filippo Inzaghi
Jumlah Penampilan: 5, Jumlah Gol: 2, Rapor Rata-Rata GOAL.com: 6.50

Nnamdi Oduamadi
Jumlah Penampilan: 1, Jumlah Gol: 0, Rapor Rata-Rata GOAL.com: tidak tersedia




--------------------------------------------------
Sumber : goal.com/indonesia
--------------------------------------------------
Media Advertise Paling Murah

Alexandre Pato: Ini Hari Istimewa

Clarence Seedorf dan Massimo Ambrosini yakin ini gelar terakhirnya.

Pato - Milan (Getty Images)

Striker Alexandre Pato mengatakan Scudetto ini adalah gelar pertama sepanjang kariernya di Serie A Italia. Sedangkan Clarence Seedorf dan Massimo Ambrosini yakin gelar ini yang kali terakhir dalam kariernya.

"Ini hari istimewa dalam hidup saya. Kali pertama saya memenangkan Scudetto," ujar Pato.
Milan bermain tanpa gol di Stadio Olimpico, kandang AS Roma, untuk meraih satu angka yang mengantarnya ke podium juara.
Tidak jauh dari tempat Pato, Seedorf memberikan komentar lain. Pemain asal Belanda ini adalah salah satu yang ikut merayakan sukses AC Milan meraih gelar Serie A Italia di tahun 2004.
"Sungguh ini moment terindah dalam tujuh tahun terakhir," kata Seedorf, yang kontraknya akan berakhir musim panas ini.
Bagi Seedorf, gelar ini mungkin yang terakhir. Ia sedang mempertimbangkan untuk meninggalkan Milan, dan melanjutkan kariernya dengan klub lain.
Seedorf yakin tanpa dirinya Milan masih akan berkembang dan meraih banyak gelar lagi pada tahun-tahun berikut.
Bersama Seedorf, Ambrosini kemungkinan juga akan meninggalkan I Rossoneri. Ia bersyukur masih bisa merasakan gelar Serie A, sebelum berpisah dengan rekan-rekannya.
"Milan layak meraih gelar ini," ujarnya pendek kepada Sky Sport Italia.



====ENGLISH==============

Clarence Seedorf and Massimo Ambrosini sure this is his last title.
Striker Alexandre Pato said the Scudetto this is the first title in his career in Serie A Italian. Meanwhile, Clarence Seedorf and Massimo Ambrosini sure this title is the last time in his career.
"This is a special day in my life. The first time I won the Scudetto," said Pato.
Milan played without a goal in the Stadio Olimpico, Roma cage, to reach a point that drove him to the championship podium.
Not far from where Pato, Seedorf another comment. This Dutchman is one of celebrating a successful AC Milan won the Italian Serie A title in 2004.
"It is the most beautiful moment in the last seven years," said Seedorf, whose contract expires this summer.
For Seedorf, this title might be the last. He is considering to leave Milan, and continued his career with another club.
Seedorf Milan confident without him is still going to grow and reach many more titles in the years following.
Together Seedorf, Ambrosini will probably also leave the Rossoneri. He could still feel grateful Serie A titles, before parting with his colleagues.
"Milan deserve this title," he told Sky Sport Italia short.

-------------------------------------------------
Sumber : goal.com/indonesia
-------------------------------------------------
Media Advertise Paling Murah

Bermain Imbang, AC Milan Pastikan Raih Scudetto

AC Milan akhirnya meraih gelar Serie A Italia setelah bermain imbang tanpa gol dengan AS Roma.

Francesco Totti (R), Mark Van Bommel (M) - Roma-Milan - Serie A (Getty Images)

Bermain di kandang Roma, Stadio Olimpico, Sabtu (7/5) waktu setempat, Milan bertekad untuk meraih poin demi memastikan gelar juara liga di musim ini. Usaha itu sudah terlihat sejak awal pertandingan.
Kevin-Prince Boateng, Clarence Seedorf, Zlatan Ibrahimovic dan Robinho sempat beberapa kali membuat peluang namun tidak ada yang menemui sasaran. Meskipun Rossoneri lebih menguasai permainan, tapi Roma juga mampu menciptakan beberapa peluang.
Di babak kedua, Massimo Ambrosini masuk menggantikan Gennaro Gattuso untuk lebih meningkatkan serangan. Baru satu menit babak kedua dimulai, umpan Ignazio Abate disambut oleh Robinho tapi tendangannya membentur mistar gawang Roma.
Setelah itu tidak banyak peluang emas yang tercipta. Usaha tim tuan rumah melalui Francesco Totti dan Fabio Simplicio juga tidak menemui hasil. Max Allegri mencoba mempertajam serangan timnya dengan memasukkan Pato.
Namun tetap tidak ada gol yang tercipta. Boateng sempat mendapat peluang emas tapi tendangannya hanya melebar di samping gawang Doni. Sampai wasit membunyikan peluit terakhir, skor tetap imbang tanpa gol.
Hasil ini sudah cukup bagi Milan untuk memastikan scudetto pertama mereka dalam tujuh tahun terakhir. Dengan mengkoleksi 78 poin, mereka sudah tidak terkejar dari Inter yang mengumpulkan 69 poin meskipun masih menyisakan tiga gim. Milan pun merayakan gelar mereka di Stadio Olimpico.



=====ENGLISH==============

AC Milan finally won Italy's Serie A title after playing out a goalless draw with AS Roma.
Playing at home to Rome, Stadio Olimpico on Saturday (7 / 5) local time, Milan was determined to make points to ensure Premier League title this season. The effort was already visible since the beginning of the game.
Kevin-Prince Boateng, Clarence Seedorf, Zlatan Ibrahimovic and Robinho had several times to make chances but none meet the target. Although the Rossoneri over control of the game, but Roma are also able to create some opportunities.
In the second half, Massimo Ambrosini signed to replace Gennaro Gattuso to further enhance the attack. Just one minute second half began, bait Ignazio Abate was greeted by Robinho but his shot hit the crossbar Rome.
After that not a lot of golden opportunities created. Business home team via Francesco Totti and Fabio Simplicio also do not see the results. Max Allegri trying to sharpen his team attack by entering Pato.
But still no goal that is created. Boateng had received a golden opportunity but his shot just wide in the side of the goal Doni. Until last referee's whistle sounded, the score remained goalless draw.
This result was enough for Milan to ensure their first scudetto in the last seven years. By collecting 78 points, they have not overtaken the Inter who collected 69 points, although it still leaves three games. Milan were celebrating their title at the Stadio Olimpico.


--------------------------------------------------
Sumber : goal.com/indonesia
--------------------------------------------------
Media Advertise Paling Murah

Mark Van Bommel Tak Menyesal Gabung AC Milan

Meski hanya bermain enam bulan, Mark Van Bommel mengaku tidak menyesal dan tidak memiliki keraguan dengan keputusan menerima pinangan AC Milan.


    Mark Van Bommel - Milan (Getty Images)
 
Mark Van Bommel mungkin akan dilepas oleh AC Milan di akhir musim ini meski baru bergabung di bulan Januari. Pasalnya pihak klub hanya menawarinya kontrak enam bulan.
Namun keputusan untuk menandatangani kontrak jangka pendek itu tak membuat Van Bommel menyesal. Bahkan ia dengan tanpa keraguan menerima ajakan AC Milan untuk bergabung.
"Ketika AC Milan datang, saya sama sekali tak memiliki keraguan untuk bermain untuk mereka," katanya, Jumat (6/5).
"Saya memang mengambil risiko dengan hanya bergabung untuk enam bulan, tapi semua yang saya alami di sini berjalan dengan baik."
"Saya sudah meraih tujuh gelar juara dalam karir saya, tapi yang terakhir yang bisa Anda menangi selalu menjadi yang terbaik," tandas Van Bommel.
Bersama gelandang asal Belanda itu, AC Milan berpeluang meraih trofi juara musim ini. Jika berhasil, Van Bommel memiliki kans untuk bertahan di AC Milan karena wakil presiden Adriano Galliani siap membahas masa depannya setelah musim ini selesai.



====ENGLISH==========

Despite playing only six months, Mark Van Bommel said he did not regret it and have no doubt with AC Milan's decision to receive the proposal.
Mark Van Bommel may be released by AC Milan at the end of this season despite only joining in January. The reason the club only offered him a six-month contract.
But the decision to sign a short-term contract does not make Van Bommel sorry. Even with no hesitation he accepted the invitation to join AC Milan.
"When AC Milan came, I had absolutely no qualms about playing for them," he said, Friday (6 / 5).
"I did take a risk with only joined for six months, but all my experiences here went well."
"I've won seven championships in my career, but the last thing you can always be the best wins," said Van Bommel.
Together with Dutch midfielder, the AC Milan champions a chance to win a trophy this season. If successful, Van Bommel has a chance to stay at AC Milan as vice president Adriano Galliani is ready to discuss his future after the season finished.

--------------------------------------------------
Sumber : goal.com/indonesia
--------------------------------------------------
Media Advertise Paling Murah