Laman

Tampilkan postingan dengan label Pro Patria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pro Patria. Tampilkan semua postingan

Versus Siena, AC Milan Pasang Slogan Anti-Rasisme


Para pemain Milan akan mengenakan jersey khusus dengan pesan memerangi rasisme saat melakukan pemanasan jelang laga kontra Siena.





AC Milan akan mengenakan kaus dengan slogan yang menunjukkan solidaritas mereka memerangi rasisme, saat menjamu Siena di San Siro dalam lanjutan Serie A Italia, Minggu (6/1).

Tindakan ini diambil I Rossoneri menyusul insiden yang dialami klub baru-baru ini di laga persahabatan melawan Pro Patria, di mana beberapa pemain menjadi korban rasisme dari pendukung tuan rumah, termasuk gelandang Kevin-Prince Boateng. 

"Besok [Minggu] malam selama pemanasan jelang laga melawan Siena, Milan akan memakai kaus khusus yang didesain dengan slogan anti-rasisme," demikian pernyataan Milan.

"Inisiatif ini sangat didukung presiden Silvio Berlusconi, klub dan tim."

Aksi I Rossoneri yang meninggalkan lapangan dipuji sejumlah pemain dan pelatih sepakbola, sementara Boateng mengaku peristiwa tersebut membuatnya memikirkan kembali masa depan di Italia.







Sumber : goal.com/indonesia

Seedorf : Milan Salah Pilih

Seedorf: Milan Salah Pilih Tinggalkan Lapangan

Banyak kalangan memuji aksi berani Kevin-Prince Boateng dan AC Milan yang memutuskan meninggalkan lapangan setelah muncul aksi rasialis dari sekelompok fans. Namun, Clarence Seedorf justru mempertanyakan tindakan yang dilakukan mantan klubnya pada laga persahabatan kontra Pro Patria itu.

I Rossoneri akhirnya memang memutuskan untuk meninggalkan lapangan setelah Boateng merasa tak bisa melanjutkan laga akibat hinaan dari sekelompok kecil fans. Dia bahkan sempat menendang bola ke arah kelompok fans tersebut akibat kesal.

Namun, hal ini justru dianggap Seedorf sebagai langkah yang salah. "Milan salah karena meninggalkan lapangan. Dengan melakukan hal tersebut, mereka memberi ruang untuk orang-orang yang melakukan aksi rasialis itu," tuturnya.

"Mereka seharusnya hanya mengidentifikasi siapa pelakunya dan mengusirnya keluar stadion. Membiarkan 90 persen penonton lainnya menikmati pertandingan dan menyelesaikan laga. Jika Boateng dapat mengidentifikasi seluruh sudut tribun itu, maka kamu harus mengusir mereka semua. Itulah bagaimana segalanya harus diselesaikan menurutku," lanjut dia.

"Meninggalkan lapangan? Ya, kamu menyampaikan sinyal. Tapi, ini sudah terjadi lebih dari sekali. Aku pikir itu tak akan membawa banyak perubahan," pungkas pemain Botafogo itu.