Gubernur Provinsi Kalbar, Cornelis MH, menyayangkan terjadinya pembakaran rumah dan mobil eks Gafatar di Kabupaten Mempawah. Karena dianggap lemah atau kurangnya pengontrolan yang dilakukan.
"Harusnya pengontrolan itu dilakukan dari tingkat bawah, dimana para pendatang tersebut berada. Karena lemahnya pengontrolan inilah, yang membuat tingkat emosi masyarakat menjadi memuncak hingga terjadinya pembakaran," ujar Cornelis, Rabu (20/1/2016).
Seharusnya kata Cornelis, jeli dalam melihat setiap warga pendatang baru, apalagi eks gafatar datang bukan sebagai transmigrasi. Dengan ini diharapkan, kepada jajaran pemerintah daerah baik dari tingkat bawah, sampai ke kabupaten/kota untuk segera mengecek dan mendata kembali warga pendatang yang baru datang di Kalbar. Jangan sampai lalai dalam pendataan.
"Kaitan dengan para pengungsi eks gafatar, semua telah di evakuasi dan diamankan oleh pihak keamanan bersama pemerintah,dan semua akan dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing," jelasnya.
Cornelis meminta, kepada sumua masyarakat untuk tenang, jangan terpancing atau terprovokasi dengan hal-hal yang dapat membuat suasana menjadi mencekam. "Semua harus diserahkan kepada pihak berwajib dan pemerintah," ungkapnya.
sumber: tribunnews