Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH memberikan keterangan Pers kepada Media Cetak dan elektronik terkait proses evakuasi Anggota GAFATAR dari Kelimantan Barat, di Pontianak, Rabu (27/1/2016).
PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH menghimbau kepada Kepala Desa, Camat, dan Bupati serta Walikota agar menjalankan undang-undang kependudukan terutama proses administrasi pindahnya seseorang ke wilayah tertentu di Kalimantan Barat, sehingga seseorang atau kelompok orang yang pindah benar-benar jelas status dan latar belakangnya.
“Kita mengimbau kepada Pemerintah Desa sampai Kabupaten/kota jika mengurus perpindahan penduduk ke Kalimantan Barat harus sesuai dengan Undang-Undang Kependudukan yakni UU nomor 24 Tahun 2013. Nah, di situ ada prosedur mengatur bagaimana seseorang atau keluarga itu kalau masuk ke wilayah lain, misalnya dari Jawa ke Kalbar itu ada aturan mainnya, harus melalui kroscek ke daerah asalnya,” ujar Cornelis, usai memimpin Rapat Koordinasi bersama Kepala Desa, Camat, Bupati dan Walikota se Kalimantan Barat di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu (27/1/2016).
Hal ini menurut Cornelis, mengantisipasi stabilitas keamanan di Kalimantan Barat dengan datangnya penduduk yang baru namun menyimpang dari aturan-aturan sosial kemasyarakatan yang ada dan bahkan mengancam ideologi negara.
Cornelis menegaskan harus ada antisipasi bagi penyimpangan terhadap aturan kependudukan yang sudah ada, masyarakat yang baru datang begitu mudah tanpa proses, dan kroscek ke daerah asal, namun dikeluarkan identitas baru di Kalimantan Barat.
Kalimantan Barat menurut Cornelis, saat ini menjadi incaran seluruh masyarakat dunia karena transportasi sudah lancar, hasil alam yang menjanjikan untuk kebutuhan hidup, dan akses dari berbagai penjuru mudah. “Apalagi masyarakat Kalimantan Barat sendiri dengan begitu mudah menjual tanahnya, dan begitu ramah menerima orang yang tidak dikenal sekalipun. Dirinya tidak melarang siapapun datang ke Kalbar, namun orang yang benar-benar mau hidup, bukan membawa ideologi diluar Pancasila,’ tukasnya.
=============================
Terkait GAFATAR, mantan Bupati Landak itu meminta seluruh pemimpin wilayah di Kalimantan Barat baik itu Kepala Desa sampai Bupati dan Walikota untuk mengecek kembali wilayahnya, apakah masih ada anggota organisasi yang belakangan membuat heboh publik itu. “Kita minta Kepala Desa, Camat, Lurah mengecek kembali ke daerah asalnya, kalau memang dia (seseorang) pindah, jika ragu-ragu jangan diterima dan segera dievakuasi, jika datang lagi namun tidak sesuai aturan kependudukan maka dipulangkan lagi,” ujar Cornelis.
Terkait adanya isu bahwa Gafatar akan membuat negara dalam negara, Cornelis mengatakan bahwa dokumen-dokumennya sudah diserahkan kepada aparat berwenang, Cornelis menyarankan kepada wartawan untuk langsung mengecek kepada instansi berwenang. Jikapun ada petisi Gafatar mau menggugat, Cornelis mengaku siap, karena dirinya menjalankan tugas sesuai undang-undang dan mempertahankan hak dan kedaulatan masyarakat Kalimantan Barat.
“Kalimantan itu milik Dayak, kita bergabung Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 dan secara resmi lima tahun setelahnya karena bargaining Ideologi Pancasila dengan Presiden Sukarno. Kita masing-masing sudah punya pulau, tapi karena sudah bergabung dengan negara Indonesia siapapun boleh bertempat tinggal di sini tapi aturan kependudukan dipatuhi dan harus tertib hukum, jangan semaunya sendiri, ” tegas Cornelis.
Seperti diberitakan sebelumnya, Anggota Gafatar yang berhasil diidentifikasi telah dievakuasi ke daerah asal mereka menggunakan Kapal TNI AL, Pesawat Terbang, mencapai ribuan orang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak. Pemulangan dengan pembiayaan dari Anggaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang mencapai Rp.5 miliar.
_________________________________________
sumberinfo; okezone..com, liputan6..com, cnnindonesia..com
Good, kami butuh pemimpin yang tegas seperti pak cornelis. Terus berkarya pak, yang benar harus di tegakkan, kalimantan milik dayak jgan sampai tanah kalimantan di jual belikan pada orang yang bukan keturunan nenek moyang. Itu mengingat masa depan anak cucu,cicit kita kedepan nya.. Adat dan budaya dayak jga harus di ajarkan kepada keturunan, agar suatu saat orang tidak semena-mena terhadap tanah kelahiran (kalimantan)
BalasHapusGod job pak gubernur kami sudah enak hidup berdampingan selama ini dan kami salut dengan ketegasan bapak...
BalasHapusGod job pak gubernur kami sudah enak hidup berdampingan selama ini dan kami salut dengan ketegasan bapak...
BalasHapusMantap pak udak....kami bangga punya pemimpin seperti Bapak ,Smoga terus diberi kesehatan dan tetap memperhatikan kepentingan rakyatnya
BalasHapusSemoga kita selalu diberi kedamaian...
BalasHapusMantap pak gubernur, kami setuju. Kalbar sdh aman dan damai dipimpin pak cornelis jgn membuat keonaran baru
BalasHapusMantap pak udak....kami bangga punya pemimpin seperti Bapak ,Smoga terus diberi kesehatan dan tetap memperhatikan kepentingan rakyatnya
BalasHapusMantap pak gubernur, kami setuju. Kalbar sdh aman dan damai dipimpin pak cornelis jgn membuat keonaran baru
BalasHapusTegas dan Prinsip yang kuat.
BalasHapus“Kalimantan itu milik Dayak, kita bergabung Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 dan secara resmi lima tahun setelahnya karena bargaining Ideologi Pancasila dengan Presiden Sukarno. Kita masing-masing sudah punya pulau, tapi karena sudah bergabung dengan negara Indonesia siapapun boleh bertempat tinggal di sini tapi aturan kependudukan dipatuhi dan harus tertib hukum, jangan semaunya sendiri, ” tegas Cornelis.
Aah yg bener aja .....
HapusKita usut pak cornelis itu siapa..
HapusKalimantan punya Tuhan bukan punya siapa Siapa..
Kita usut pak cornelis itu siapa..
HapusKalimantan punya Tuhan bukan punya siapa Siapa..
Jgn jd provokator mas. Itu tulisan media yang buat. Bukan kata2 pak cornelis otomatis tercetak di sini.
HapusJangan mudah terprovokasi aja ya :D
HapusJaman udah canggih
fakta yang sebenarnya nenek moyang nya orang dayak berasal dari china,makanya orang dayak mirip china kulit nya putih,mata sipit,rambut lurus.jafi orang dayak adalah pendatang dari china.bukan orang asli kalimantan.orang asli kalimantan adalah orang utan. baca disini :http://www.softbulldog.com/nenek-moyang-suku-dayak-ternyata-berasal-dari-china/
HapusPak Tuha , Oh Pak Tuha ,, D masa kitak KALBAR Aman .. Hanya Kitak Nang Mampu ..Kalbar Jangan Di Kacaukan Lagi .. Pak Cornelis Sudah Terbukti Menjadi Pemimpin yang Tegas .. Salut Utk Pak Tuha ..
BalasHapusmantap pak. kami mendambakan seorang pemimpin seperti anda, jika anda calon president saya siap jadi pendukung setia anda. semoga TUhan senantiasa memberkati anda. Amin
BalasHapusby: wendi @landak
bahaya blog ini..bisa SARA nanti..itu bukan komentar pak cornelis..bahwa kalimantab itu milik dayak..saya tau karakter beliau...saya melayu juga miliki kalimantan...
BalasHapusPandai2 yg punya berita x. Biar trtarik unt bca nya
HapusPandai2 yg punya berita x. Biar trtarik unt bca nya
Hapuskalimantan barat bukan hanya milik dayak..tapi semua suku di indonesia..itu bukan komrntar pak cornelis..ini bahaya media..terlalu di plintir...ini bisa menimbulkan sara..saya suku melayu juga memiliki kalbar...
BalasHapusLanjut kan pak Gub....yg benar katakan benar yang salah katakan salah...bravo
BalasHapusMntp bapak,g dkng bpk,
BalasHapusWah sedikit koreksi terhadap judul artikelnya. Takutnya berimbas pada hal yg berbau SARA. Saya juga pribumi kalbar Kab. Sambas. Kita juga sama sama menginginkan keamanan dan kedamain di bumi kalbar ini. Adanya sekelompk aliran yg dsinyalir sesat pastinya mengkhawtirkan kita sbg pendudk pribumi.
BalasHapusSaya dkung ketegasan bapak. Jangan takut dianggap salah pak. Smuanya ud benar demi kalbar yg aman dan damai.
setahu saya kalimantan itu memang milik dayak. karena dayak pribumi kalbar. coba cek asal usul leluhur anda datang dari mana baru coment. ini tidak berbau sara. sesuai dgn sejarah
BalasHapusbukannya dayak juga pendatang dari indocina??? sama seperti melayu, cuma waktunya saja yg berbeda.
Hapusintinya blog ini sara, kominfo harus bertindak tegas.
Bung coba pelajari benar2 asal usul org kalimantan asli..sebelum masuk jaman sejarah ....kalau kita bicara aslinya orang kalimantan!
HapusBung coba pelajari benar2 asal usul org kalimantan asli..sebelum masuk jaman sejarah ....kalau kita bicara aslinya orang kalimantan!
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusYg pertama diami pulau kalimantan adalah org utan..
HapusYg pertama diami pulau kalimantan adalah org utan..
HapusBiaselah. N
HapusYg mula diami pulau kalimantan adaah monyet. Sblm anda semua.
Betooool
HapusHidup dayak
HapusMana BPKB sama STNK nya.....?
BalasHapusSalut atas ketegasan bapak gubernur, jangan sampai kondisi yang sudah kondusif bakal tercoreng gara2 gafatar, siap maju bersama menjaga Kalbar
BalasHapusYang benerr aja pak, ,,,
BalasHapusSalut atas ketegasan bapak gubernur, jangan sampai kondisi yang sudah kondusif bakal tercoreng gara2 gafatar, siap maju bersama menjaga Kalbar
BalasHapusIngat, isi Kalimantan khususnya Kalimantan Barat bukan cuma suku dayak. Ada juga etnis melayu. Kurang tepat kalau dayak memonopoli beranggapan itu milik mereka. Yang bener itu kalimantan milik TUHAN dan milik INDONESIA. Siapapun warga negara indonesia boleh berada dipulau ini, ASALkan mampu mengikuti aturan-aturan yang ada di daerah tersebut sesuai UUD . Sedikit koreksi, biar pola pikir ga sempit !
BalasHapuszeeep, betul, satu lagi, tiap jengkal tanah di wilayah NKRI secara umum milik kita semua, namun secara hukum adalah milik pemegang sertipikat, hehe
Hapuszeeep, betul, satu lagi, tiap jengkal tanah di wilayah NKRI secara umum milik kita semua, namun secara hukum adalah milik pemegang sertipikat, hehe
HapusBaca dulu isi beritanya. Tidak ada statemen Cornelis seperti judul! Media abal2an kayak gini cuma bisa mancing SARA!
HapusYang pasti nya kalimantan barat banyak penduduk melayu dan dayak, karena mereka hidup perdampingan, khusus nya kapuas hulu..
BalasHapusTabik hormat..jgn lh jadi spt sarawak...dayak bnyak,tp yg berhormat dayak,pemimpin dayak mementingkan pngkat dn darjat..rela melihat dayak ditinda bngsa lain..ada yg mnghina dayak,mncaci mngutuk dn bnyak lg..tp pemimpin dyak dsni pekakkan telinga,butakan mata..sy berharap,pmimpin dayak di kalimantan jgn jdi spt pmpin di sarawak..semoga dayak diberkati..skian...
BalasHapusEnnak sekali bilang milik dayak,,
BalasHapusTanah jutaan per meter nya,demi untuk dpt kan tempat tnggal.
1 lg dngn sambas smp skrg gk di bolehin masuk khusus org madura,,
Apa maksud dngn semua ini,,,
Sebagai pemimpin hrs nx bs menjelas kan sesuai uu yg berlaku.
Ingat tahun 98 aj bos, asal usulnya gmna knp smpe dlarang di sambas, . Wassalam
HapusUntuk orang madura, cari tau dulu asal usulnya sehingga sampe gak dibolehin, knpa bisa sampe terjadi peristiwa itu thun 98, .
HapusIntinya itu damai saja, soal milik itu milik indonesia tapi suku yang mendiami ada dayak yang terutama sebagai ikonik borneo, tetapi ada juga suku lain seperti melayu. Nah kalau masalah orang gak boleh masuk kalbar kan sudah jelas kalau pendatang tidak resmi ya di check lah, bikin sesuatu yang tidak wajar ya diperiksa apalagi GAFATAR, GERAKAN APA ITU? Intinya datang lah ke kalbar, kami sambut. Kalian mau jadi warga sana silahkan tapi patuhi aturan
HapusSemua wilayah yg termasuk dalam KAWASAN NKRI berarti milik seluruh rakyat indonesia. So, hindari ungkapan yg beraroma SARA demi KALBAR yg lebih baik, bermartabat, dan maju di segala bidang.
BalasHapusAsal usul Dayak tdk.lepas dari Jubata. Ini suku sedikit unik. Bahkan afat istiadat yg diikuti brrsumbet dari sang panuga sang panaya. Hanya org.Dayak yg.memiliki hub.khusus dg.para leluhur yg paham dari mana asal usul mereka. Tentu saja dlm.perspektif sejarah cenderung dari daratan mongolia. Tp.sy.bukan penganut itu. Dlm keadaan terdesak Dayak akan muncul bersama spirit leluhur mereka dan tdk bisa dijelaskan secara akademis. Masih banyak cerita misteri ttg.Dayak...hanya orang Dayak yg tau siapa dirinya dan dari mana asal-usul dirinya.
BalasHapusOrg.Dayak punya sifat asli yaitu toletan,sopan santun,menghormati org.tua serta cenderung mengalah. Namun keadaan akan terbalik jika dizolimi melewati batas. Cth.cerita kesaksian kakek sy.bagm.dia diperlakukan sangat tdk.manusiawi saat duduk2 kepalanya dilumuri (maaf) kotoran manusia; diberi nasi basi atau sisa2 makanan belum lagi hinaan yg luar biasa. Kisah ini hanya diturunkan secara terbatas kepada anak cucunya. Bahkan ada org Dayak zaman kerajaan Simpang..karena sudah tdk.tahan siksaan kerja rodi angkut air fari sungai tanpa istirahat hingga putus ekor cawat karena basah terus-menerus...mereka hsnya boleh istirahat sejrnak makan nasi basi.Dua org.tsb.memutuskan lebih baik mereka bertapa di gunung daripada disiksa begitu.Dan mereka bersumpah akan bangun saat perang melawan kelompok yg.telah memperlakukan mereka seperti itu...kedua org.tsb.adalah Bangka dan Bongko.Diyakini oleh cucu-cicitnya keduanya sudah menjadi sakti skrng. Dan akan muncul saatnya kelak...
BalasHapusOrg.Dayak punya sifat asli yaitu toletan,sopan santun,menghormati org.tua serta cenderung mengalah. Namun keadaan akan terbalik jika dizolimi melewati batas. Cth.cerita kesaksian kakek sy.bagm.dia diperlakukan sangat tdk.manusiawi saat duduk2 kepalanya dilumuri (maaf) kotoran manusia; diberi nasi basi atau sisa2 makanan belum lagi hinaan yg luar biasa. Kisah ini hanya diturunkan secara terbatas kepada anak cucunya. Bahkan ada org Dayak zaman kerajaan Simpang..karena sudah tdk.tahan siksaan kerja rodi angkut air fari sungai tanpa istirahat hingga putus ekor cawat karena basah terus-menerus...mereka hsnya boleh istirahat sejrnak makan nasi basi.Dua org.tsb.memutuskan lebih baik mereka bertapa di gunung daripada disiksa begitu.Dan mereka bersumpah akan bangun saat perang melawan kelompok yg.telah memperlakukan mereka seperti itu...kedua org.tsb.adalah Bangka dan Bongko.Diyakini oleh cucu-cicitnya keduanya sudah menjadi sakti skrng. Dan akan muncul saatnya kelak...
BalasHapusAsal usul Dayak tdk.lepas dari Jubata. Ini suku sedikit unik. Bahkan afat istiadat yg diikuti brrsumbet dari sang panuga sang panaya. Hanya org.Dayak yg.memiliki hub.khusus dg.para leluhur yg paham dari mana asal usul mereka. Tentu saja dlm.perspektif sejarah cenderung dari daratan mongolia. Tp.sy.bukan penganut itu. Dlm keadaan terdesak Dayak akan muncul bersama spirit leluhur mereka dan tdk bisa dijelaskan secara akademis. Masih banyak cerita misteri ttg.Dayak...hanya orang Dayak yg tau siapa dirinya dan dari mana asal-usul dirinya.
BalasHapusKALBAR MILIK NKRI jd memang semua warga negara indonesia bokeh bertempat tinggal tapi jg mesti ikut atyran yang berlaku baik aturan hukum negara sampai aturan yg ada di wilayah tersebut,kami masyarakat KALBAR tidak mw wilayah kami jadi sarang paham radikalisme,selama ini kami hidup dengan harmonis...Gafatar bukan di kalbar T4nya,melihat pernyataan ketua umumnya memang pandai betbohong,kok mw ya BPLH memberikan perlindungan awas klo sampai paham Gafatar berkembang dan merongrong NKRI maka pihak yg paling bertanggung jawab adalah BPLH...NKRI harga mati...Kalbar jiwa kami...
BalasHapusKALBAR MILIK NKRI jd memang semua warga negara indonesia bokeh bertempat tinggal tapi jg mesti ikut atyran yang berlaku baik aturan hukum negara sampai aturan yg ada di wilayah tersebut,kami masyarakat KALBAR tidak mw wilayah kami jadi sarang paham radikalisme,selama ini kami hidup dengan harmonis...Gafatar bukan di kalbar T4nya,melihat pernyataan ketua umumnya memang pandai betbohong,kok mw ya BPLH memberikan perlindungan awas klo sampai paham Gafatar berkembang dan merongrong NKRI maka pihak yg paling bertanggung jawab adalah BPLH...NKRI harga mati...Kalbar jiwa kami...
BalasHapusKALBAR MILIK NKRI jd memang semua warga negara indonesia bokeh bertempat tinggal tapi jg mesti ikut atyran yang berlaku baik aturan hukum negara sampai aturan yg ada di wilayah tersebut,kami masyarakat KALBAR tidak mw wilayah kami jadi sarang paham radikalisme,selama ini kami hidup dengan harmonis...Gafatar bukan di kalbar T4nya,melihat pernyataan ketua umumnya memang pandai betbohong,kok mw ya BPLH memberikan perlindungan awas klo sampai paham Gafatar berkembang dan merongrong NKRI maka pihak yg paling bertanggung jawab adalah BPLH...NKRI harga mati...Kalbar jiwa kami...
BalasHapusyg benar kalimantan milik rakyat indonesia,
BalasHapusKalbar memang milik nkri cuma penduduk aslinya mayoritas Cidayu(cina,dayak,melayu),Maka semestinya para pendatang juga harus menghargai para penduduk asli setempat jangan membuat batasan karena para penduduk asli disana telah hidup harmonis Dari jaman dulu
BalasHapuswah untunglah waktu gua liat judulnya gua pikir yang komen bakal bawa2 sara dan memicu permusuhan, untunglah orang2 kalbar ga terprofokasi dengan judul dan tidak membeda2kan gua bangga bisa hidup harmonis di tanah ini.
BalasHapuskalbar itu milik Tuhan (Jubata, Duwata, Petara, Penompa yang di wariskan kepada orang DAYAK (lambang/logo daerahnya saja ada perisai, tombak dan mandau itu snjata khas dayak) dan berkedudukan di negara Indonesia....serta mengakui bahwa indonesia itu suatu negara...namun negara tdk bisa menguasai suku dan agama serta budaya seseorang..dan org yg masuk rumah org tanpa permisi dan main nyelonong adalah....????jwb sendiri..klw sdh taun jwbannya org yg nyelonong tsb hrs di apakan sebelum terlambat???
BalasHapushidup INDONESIA......!
BalasHapusOm judulnye tolong deh diperbaiki, bhye nnti jd SARA, nnti malah nambah gadoh masyarakat. Salam damai dr melayu Pontianak
BalasHapusOm judulnye tolong deh diperbaiki, bhye nnti jd SARA, nnti malah nambah gadoh masyarakat. Salam damai dr melayu Pontianak
BalasHapusAo.. Sae kek nang muat kata2 lea koa...
BalasHapusApakah benar omongan cornelis bhw kalimantan milik dayak.
BalasHapusSuku dayak tidak akan segan segan menindak setiap pelaku kekerasan didaerahnya ataupun melanggar etika kesopanan dlm tata bahasa dan perilaku.
BalasHapusBagi yg berkunjung ke pedalaman kalbar,diperingatkan agar selalu hati hati, jangan pake bahasa gaul dll,karena bahasa gaul sgt vulgar,kasar dan tidak sopan. Tapi mereka sangat ramah,sopan namun gampang tersinggung.
Jgn pernah menolak suguhan makanan atau minuman dari mereka,karena akan dianggap penghinaan . Syallom
nyimak...
BalasHapusada yg salah kali dengan penyampaian media ni, ndak mungkin paak udak ngmong gitu. ada pun mungkin pak udak mungkin lagi mabuk.pikir jak kalau kalimantan milik dayak pasti dayak yg jdi raja d kalimantan. pikir ada kerajaan dayak. raja pontianak. raja mempawah. kubu. ketapang. karta mulia teluk pkdai dn lain lain yg menguasai kalimantan dulunya. ndak mungkin pak udak ngmong gitu.
BalasHapusTidak seharusnya seorang gubernur mengatakan tanah kalbar milik dayak. Karna kita semua bersatu. Wajar saja jika seorang gubernur worry akan keamanan territorynya. Namun hendaknya statement haruslah jangan bernilai SARA.
BalasHapusTidak seharusnya seorang gubernur mengatakan tanah kalbar milik dayak. Karna kita semua bersatu. Wajar saja jika seorang gubernur worry akan keamanan territorynya. Namun hendaknya statement haruslah jangan bernilai SARA.
BalasHapusKalau g ada suara madura mana mungkin dy naik jdi gubernur, suku madura di kalbar di janjikan klo memilih dia dan di jadi gubernur bakal di balikkan ke sambas, padahal dy sendri sudah tau itu g mungkin. Tpi untuk mencari simpatik agar terpilih menjdi gubernur dy tetap melakukan itu. Ribuan bahkan ratusan ribuan hektar lahan sawit kepemilikannya tidak ada yg tahu. Klo dikenakan pajak brpa. Di papan reklame dy menuliskan bayarlah pajak. Maksimal penggalakan maksimal Pembangunan hanya di daerah dy saja, saya sudah survey tidak semua orang dayak mendukung cornelis.
BalasHapusKalau g ada suara madura mana mungkin dy naik jdi gubernur, suku madura di kalbar di janjikan klo memilih dia dan di jadi gubernur bakal di balikkan ke sambas, padahal dy sendri sudah tau itu g mungkin. Tpi untuk mencari simpatik agar terpilih menjdi gubernur dy tetap melakukan itu. Ribuan bahkan ratusan ribuan hektar lahan sawit kepemilikannya tidak ada yg tahu. Klo dikenakan pajak brpa. Di papan reklame dy menuliskan bayarlah pajak. Maksimal penggalakan maksimal Pembangunan hanya di daerah dy saja, saya sudah survey tidak semua orang dayak mendukung cornelis.
BalasHapusKalbar bukan suku mana pun kalbar milik NKRI. Suku apapun boleh tinggal slama mgikuti aturan yg brlaku.
BalasHapusKalbar bukan suku mana pun kalbar milik NKRI. Suku apapun boleh tinggal slama mgikuti aturan yg brlaku.
BalasHapusBetol2 sikit, saye asli melayu mempawah. Walau nenek saye dayak sanggau. Kalimantan juga punye kami. Sambas mayoritas melayu. Ingat, di kalsel, mayoritas banjar, bukan dayak. semue kerajaan yg berdiri kokoh di kalbar juga melayu. Jadi tlg jgn lagak & sok2an. Melayu bukan lg macam dolok yg diam & sabar wkt gedung dprd mpw di bakar. Jgn sampai sikap arogan, berujung perang same2 kite yg ngaku punye kalimantan. Salam damai
BalasHapusBetol2 sikit, saye asli melayu mempawah. Walau nenek saye dayak sanggau. Kalimantan juga punye kami. Sambas mayoritas melayu. Ingat, di kalsel, mayoritas banjar, bukan dayak. semue kerajaan yg berdiri kokoh di kalbar juga melayu. Jadi tlg jgn lagak & sok2an. Melayu bukan lg macam dolok yg diam & sabar wkt gedung dprd mpw di bakar. Jgn sampai sikap arogan, berujung perang same2 kite yg ngaku punye kalimantan. Salam damai
BalasHapusSiape tu Dayak, Siape tu Melayu, Siape tu Madure, Cine dsb tak malu ke ngaku2 bumi ni punye die. Tuhan yang menciptakannye yak ndak sombong kalo bumi ni punye die... tak ade punye siape2 pon bumi ni ciptaan Tuhan YME. yang penting tu di jage bersame jangan di rusak, hidup rukun berdapingan
BalasHapusAdmin koplak buat rusuh
BalasHapusthis is lndonesia, NORAK..!! selalu memperdebatkn hal yg tidak pnting, kalimantan milik sp? bodo amat...
BalasHapusyg jlas smua yg ada di dunia ini milik yg Maha Kuasa
Setuju gan
HapusAsal usul suku dayak diperkirakan merupakan keturunan dari ras Mongolid, Asia. Seperti diketahui bahwa 2000 tahun sebelum masehi, benua Asia masih menyatu dengan Pulau Kalimantan. Ras mongolid yang terdesak karena kalah perang, mengembara ke arah Selatan, mulai dari Semenanjung Malaya, Serawak, hingga Kalimantan. Ras Mongolid ini kemudian menetap, mendirikan perkampungan di tepian-tepian sungai, beranak pinak, dan membangun kebudayaannya sendiri di tanah Borneo. Seiring waktu berlalu, suku bangsa Melayu dari Sumatera dan Semenanjung Malaya, Orang-orang suku Bugis, Makassar, dan Jawa yang datang dalam rentang waktu yang lama, mendesak orang-orang ras Mongolid yang menjadi asal usul suku dayak ini untuk semakin masuk, naik ke huluan sungai. Mereka terpencar-pencar, menyebar, dan mendiami daerah daerah pedalaman. Masing-masing dari mereka kemudian mengembangkan adat budayanya masing-masing dan menjadi cikal bakal beragamnya sub etnis suku dayak di tanah Kalimantan.
BalasHapusSumber: http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/10/asal-usul-suku-dayak.html?m=1
Disalin dari Blog Kisah Asal Usul.
Lihat sejarah, Dayak merupakan suku yang pertama kali datang ke tanah kalimantan, kemudian disusul oleh bangsa melayu dan bangsa-bangsa lainnya. Melayu berpusat di selat malaka, bangsa melayu adalah bangsa yang bekerja sabagai pedagang. Mereka menyebar dari selat malaka menyusuri sumatra dan kalimantan, oleh sebab itu banyak masyarakat melayu memghuni pesisir sungai, karena sungai merupakan jalur transportasi paling efektif pada saat itu, sementara masyarakat dayak semakin terdesak dan menjauh sehingga masuk ke daerah hulu. Jadi dapat disimpulkan, Dayak merupakan suku yanh pertama kali menginjakkan kaki di tanah kalimantan, disusul oleh bangsa melayu, bugis, jawa, tionghoa, madura, batak, dst.. dst... ada sanggahan???
Sudah lah. Jgn saling ngomong kn kekuasaan atau suku. Kita smua ini sama. Kita ini makhluk ciptaan tuhan. Bgtu jga pulau ini. Jd smua ini titipan, dn jgn sembarangan mengkalim. Yg nama nya titipan, toh sbaiknya kita jaga dgn baik. Dan yg sudah pasti smua ini milik tuhan. Jd siapa saja yg MERASA DIRINYA MAKHLUK TUHAN,sudah pasti boleh mnenmpatinya dgn ketentuan yg ada. DAn jgn pula tinggi rasa. Jika tuhan sudah mengambil smuanya. Mau NGOMONG APA KALIAN...! Mka dari itu. Mari kita jaga smuanya. Jgn terpropokasi dr komen2 yg tdak berakal. Kita hidup rukun. Dn mejaga titipan ini. Pasti smua kn tetap baik2 sja. Skian terimaksih.
HapusTENTANG PROTO DAN DEUTRO MELAYU
Hapusa. Melayu Tua (Proto Melayu)
Bangsa Melayu Tua ini memasuki wilayah Indonesia sekitar tahun 1.500 hingga 500 SM. Mereka masuk melalui dua rute: jalan barat dan jalan timur. Jalan barat adalah melalui Semenanjung Melayu kemudian terus ke Sumatera dan selanjutnya menyebar ke seluruh Indonesia. Sementara jalan timur adalah melalui Kepulauan Filipina terus ke Sulawesi dan kemudian tersebar ke seluruh Indonesia. Para ahli memperkirakan bahwa bangsa Melayu Tua ini peradabannya satu tingkat lebih tinggi dibandingkan dengan manusia purba yang ada di Indonesia. Orang-orang Melayu Tua ini berkebudayaan Batu Muda (Neolitikum). Benda-benda buatan mereka masih menggunakan batu namun telah sangat halus. Kebudayaan kapak persegi dibawa bangsa Proto Melayu melalui jalan barat, sedangkan kebudayaan kapak lonjong melalui jalan timur. Sebagian dari mereka ada yang bercampur dengan ras kulit hitam.
Pada perkembangan selanjutnya, mereka terdesak ke arah timur karena kedatangan bangsa Melayu Muda. Keturunan Proto Melayu ini sampai kini masih berdiam di Indonesia bagian timur, seperti di Dayak, Toraja, Mentawai, Nias, dan Papua. Sementara itu, bangsa kulit hitam (Ras Negrito) yang tidak mau bercampur dengan bangsa Proto Melayu lalu berpindah ke pedalaman atau pulau terpencil agar terhindar dari pertemuan dengan suku atau bangsa lain yang mereka anggap sebagai “peganggu”. Keturunan mereka hingga kini masih dapat dilihat meski populasinya sedikit, antara lain orang Sakai di Siak, orang Kubu di Palembang, dan orang Semang di Malaka.
b. Melayu Muda (Deutro Melayu)
Bangsa Melayu Muda memasuki kawasan Indonesia sekitar 500 SM secara bergelombang. Mereka masuk melalui jalur barat, yaitu melalui daerah Semenanjung Melayu terus ke Sumatera dan tersebar ke wilayah Indonesia yang lain. Kebudayaan mereka lebih maju daripada bangsa Proto Melayu. Mereka telah pandai membuat benda-benda logam (perunggu). Kepandaian ini lalu berkembang menjadi membuat besi. Kebudayaan Melayu Muda ini sering disebut kebudayaan Dong Son. Nama Dong Son ini disesuaikan dengan nama daerah di sekitar Teluk Tonkin (Vietnam) yang banyak ditemukan benda-benda peninggalan dari logam. Daerah Dong Son ini ditafsir sebagai tempat asal bangsa Melayu Muda sebelum pergi menuju Indonesia. Hasil-hasil kebudayaan perunggu yang ditemukan di Indonesia di antaranya adalah kapak corong (kapak sepatu), nekara, dan bejana perunggu.
Benda-benda logam ini umumnya terbuat dari tuangan (cetakan). Keturunan bangsa Deutro Melayu ini selanjutnya berkembang menjadi suku-suku tersendiri, misalnya Melayu, Jawa, Sunda, Bugis, Minang, dan lain-lain. Kern menyimpulkan hasil penelitian bahasa yang tersebar di Nusantara adalah serumpun karena berasal dari bahasa Austronesia Perbedaan bahasa yang terjadi di daerah-daerah Nusantara seperti bahasa Jawa, Sunda, Madura, Aceh, Batak, Minangkabau, dan lain-lainnya, merupakan akibat dari keadaan alam Indonesia sendiri yang dipisahkan oleh laut dan selat.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTrus kmi mlayunya dikmanakan...judul gak sesuai....
BalasHapuskalimantan milik pencipta.. kite2 hanya numpang injak..
BalasHapusTrus kmi mlayunya dikmanakan...judul gak sesuai....
BalasHapuskeknya yang pada emosi ga baca artikelnya cuman nengok judul naang "budayakan membaca" ga ada tuh pak kornelisnya ngomong milik dayak di artikel, yang tukang nulis nih yang bikin rusuh nulis judul provokatip,teman2 sekalbar jangan mau di adudomba sama pihak2 setan kek media masa ini jangan sampai kalimantan sama kek tempat yang lain rusuh mulu bahkan ampe antar tetangga,ingat sejarah indonesia berhasil di kuasai itu lewat taktik adu domba
BalasHapusSudah lah. Jgn saling ngomong kn kekuasaan atau suku. Kita smua ini sama. Kita ini makhluk ciptaan tuhan. Bgtu jga pulau ini. Jd smua ini titipan, dn jgn sembarangan mengkalim. Yg nama nya titipan, toh sbaiknya kita jaga dgn baik. Dan yg sudah pasti smua ini milik tuhan. Jd siapa saja yg MERASA DIRINYA MAKHLUK TUHAN,sudah pasti boleh mnenmpatinya dgn ketentuan yg ada. DAn jgn pula tinggi rasa. Jika tuhan sudah mengambil smuanya. Mau NGOMONG APA KALIAN...! Mka dari itu. Mari kita jaga smuanya. Jgn terpropokasi dr komen2 yg tdak berakal. Kita hidup rukun. Dn mejaga titipan ini. Pasti smua kn tetap baik2 sja. Skian terimaksih.
BalasHapusKalbar itu milik Kita semua Milik NKRI** Cuman Org Pendatang aj Yg Hrus tau diri klw berada di tempat org Jgn Senaknya,,,!!! Postingan Diatas Menurut Aku Terlalu Lebayyyyy.
BalasHapusSemoga warga Kalbar tetap aman dan damai didalam naungan NkRI,
BalasHapusbederaiiii...west borneo made in mongol
BalasHapusintinya inje diri basama sama mandukung gubernur diri asli tanah kalimantan nyian. supaya kalimantan barat semakin lebih baik. hidup kalbar by andas dari bengkayang
BalasHapusSiapa perwakilan dayak pra kemerdekaan 17 agustus 1945 ? itu pembohongan publik,,, mau tau dari kalimantan perwakilannya Sultan Hamid II dari pontianak perancang lambang Garuda Pancasila,,,
BalasHapusKalimantan ini milik siapa saja yg betul2 baik dan mencintai kedamaian bukan milik golongan suku atau agama tertentu..kalimantan ini milik tuhan yg maha esa mari kita jaga bersama2
BalasHapussaya sebagai tionghua menghormati para dayak yang memang leluhur dan asli kalimantan, itu hal yang wajar saja
BalasHapusSuku asli kalimantan adalah suku dayak yg nenek moyangnya dayak asli cina.....
BalasHapusWajar aja kalimantan bnyk org tiong hoa karena kalimantan adlah milik dayak....
Dayak is the best
Salit bapak ir.cornelis
Sy langsung tanya sm dedengkot kalbar cornelis yg sombong:"apakah kalbar sdh menjalankan nilai-nilai pancasila selama ini? Bila memang ex Gafatar msk tanpa prosedur kependudukan tentunya harus ditegur dulu dong, jgn main usir. Padahal 85% ex Gafatar sesuai prosedur dgn surat pindah melalui dukcapil" memang gubernur cm cr muka kpd pemerintah pusat saja. Anda akan menyesali kedepannya.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSy langsung tanya sm dedengkot kalbar cornelis yg sombong:"apakah kalbar sdh menjalankan nilai-nilai pancasila selama ini? Bila memang ex Gafatar msk tanpa prosedur kependudukan tentunya harus ditegur dulu dong, jgn main usir. Padahal 85% ex Gafatar sesuai prosedur dgn surat pindah melalui dukcapil" memang gubernur cm cr muka kpd pemerintah pusat saja. Anda akan menyesali kedepannya.
BalasHapusSy langsung tanya sm dedengkot kalbar cornelis yg sombong:"apakah kalbar sdh menjalankan nilai-nilai pancasila selama ini? Bila memang ex Gafatar msk tanpa prosedur kependudukan tentunya harus ditegur dulu dong, jgn main usir. Padahal 85% ex Gafatar sesuai prosedur dgn surat pindah melalui dukcapil" memang gubernur cm cr muka kpd pemerintah pusat saja. Anda akan menyesali kedepannya.
BalasHapusSaya orang jawa sudah tinggal 8 tahun di kalbar
BalasHapusOrang Asli Kalbar sangat welcome dengan kedatangan kita... Saya juga sangat menghormati mereka
Banyak saudara baik melayu atau dayak
Hubungan ini akan saya jaga selalu
Mari kita bangun Kalbar
NKRI Harga mati
Trus suku lain seperti banjar mau di usir dari kalimantan... Hebatt...hahaha
BalasHapusYour information helps for us for that we thank you very much for everything
BalasHapusEssen Oplosan Aroma Kaweni
Orang jawa yg dtg k kalbar jgn sombong, masuk gang d ptk jgn kebut"an, sdh d peringati msh angkuh, kami d ptk pny adat istiadat. Jgn angkuh d kalbar!!!
BalasHapus